Cara Menghitung Average Down Saham

Dalam dunia investasi, kondisi pasar yang tidak dapat diprediksi membuat investor harus mengetahui cara menghitung average down saham. Hal tersebut mempunyai tujuan memperkecil kemungkinan kerugian dengan justru membeli aset investasi itu lagi.

Metode Average Down dapat diterapkan ketika keadaan pasar tidak stabil sehingga membutuhkan tindakan segera. Dibutuhkan analisis yang baik sehingga potensi keuntungan lebih besar di masa mendatang.

Panduan Melakukan Perhitungan Average Down Saham

Sebagai investor, penting sekali mengetahui momen kapan harus membeli atau menjual saham di waktu tepat. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah dengan menghitung Average Down supaya risiko kerugian tidak terlalu besar. Berikut panduan menghitungnya.

Rumus yang digunakan dalam perhitungan Rata-Rata Bawah adalah sebagai berikut:

Average Down = {(harga1xlot1)+(harga 2xlot2)+(harga 3xlot3)+…} : total lot

Catatan penting:

Harga lot1 harus > lot2

Harga lot2 harus > lot3

dan seterusnya.

Supaya lebih memahami, berikut contoh kasus dalam melakukan penghitungan Average Down.

Seorang Investor bernama AB mempunyai saham di perusahaan CC. Saat ini, kondisi pasar sedang mengalami penurunan harga. AB yakin bahwa perusahaan CC mempunyai masa depan bagus dimana nilainya akan naik/demand pasar besar. Maka dari itu, AB menggunakan strategi Average Down.

Berikut rincian kepemilikan saham AB di CC.

Pembelian 1=100 lot Rp1.000

Pembelian 2=200 lot Rp750

Pembelian 3=300 lot Rp500

Total lot pembelian adalah 600. Maka, nilai rata-rata bawah stock tersebut dapat dihitung seperti di bawah:

Rata-Rata=          {(Rp1.000×100) + (Rp750x200) + (Rp500x300)} : total lot

                                 100.000 + 150.000 + 150.000 : 600

                                450.000 : 600

                                = 750

Jadi, nilai rata-rata saham di perusahaan CC adalah 750 per lembarnya. Total perhitungan ini didasarkan pada nilai lebih rendah dari keadaan pasar sebenarnya. Oleh sebab itu, jika AB meyakini demand pasar CC akan naik harganya menjadi 900/lembar, maka bisa dapatkan keuntungan sebagai berikut.

Nilai Keuntungan             = (600×900) – (600×750)

                                                = 540.000 – 450.000

                                                = 90.000

Baca juga : Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Penerapan Penghitungan Average Down yang Tepat

Untuk para investor yang sudah profesional atau berpengalaman, menerapkan perhitungan rata-rata saham pasti sudah mengetahui waktu terbaiknya. Namun, untuk Anda yang masih pemula, bisa mengetahui beberapa hal penting dalam penerapan perhitungan Average Down seperti berikut.

Amati Pergerakan Harga Saham Dalam Jangka Waktu Tertentu

Kegiatan pengamatan harga ini dilakukan agar investor mempunyai gambaran tentang harga yang sedang diincar apakah akan naik atau turun. Dengan begitu, bisa mengetahui kapan waktu terbaik dalam membelinya serta berapa persen potensi keuntungannya.

Gunakan Strategi Hitung Rata-Rata Bawah Saat Harga Tidak Terlalu Anjlok

Ketika harga stock di pasaran mulai turun, Anda bisa menaikkan nilainya dengan menerapkan perhitungan AD. Pastikan harga stock tersebut tidak terlalu besar sehingga keuntungan bisa dimaksimalkan. Anda juga bisa menggunakan aplikasi saham terbaik yang sudah mempunyai fitur ini.

Mempunyai Keyakinan dan Pertimbangan Yakin Bisa Naik

Dalam meyakini harga dapat naik, tidak hanya didasarkan pada perasaan saja. Anda harus benar-benar mengetahui keadaan perusahaan tersebut secara baik. Maka, keuntungan yang dapat diperoleh bisa menjadi kenyataan di masa mendatang dengan menerapkan cara menghitung average down saham ini.

Itu dia informasi tentang cara menghitung average down saham yang bisa Anda terapkan ketika harga di pasaran sedang turun. Dengan begitu, dapat membeli kembali supaya mendapatkan keuntungan di masa depan.

Leave a Comment